Untuk memformulasikan perencanaan strategis manajemen, Anda pertama-tama harus memahami posisi perusahaan saat ini dan kekuatan yang membentuk masa depan industri serta posisi kompetitif dari perusahaan. Ini merupakan peran dari penilaian posisi strategis.
Tugas awal adalah menilai apakah manajemen saat ini telah menambahkan nilai (value). Hal ini sulit dijawab secara langsung. Namun ini penting untuk menentukan pendorongnilai strategisyang mengarah pada penciptaan nilai secarajangka panjang.
Balanced Scorecard merupakan kerangka yang bermanfaat untuk memonitor kinerja dari kapabilitas kunci yang dimiliki perusahaan.
Keberhasilan atau kegagalan bisnis disebabkan oleh kombinasi faktor internal dan eksternal. Pertama, ialah daya tarik dari market perusahaan. Kedua, keunggulan bersaing (competitive advantage).
Keunggulan bersaing merupakan determinan yang sangat penting dalam penciptaan nilai (value creation). Keunggulan bersaing merupakan konsekuensi dari kekuatan yang menjadi pendorong strategis nilai perusahaan.
Hasil akhir dari perencanaan value-based marketing ialah bahwa setiap unit bisnis akan ditugaskan suatu tujuan strategis yang luas yang akan membentuk basis strategi pemasaran. Tujuan-tujuan tersebut adalah demi untuk pertumbuhan dan pengelolaan perusahaan.
“Bila orang meyakini bahwa dirinya memberikan nilai (values) bagi perusahaan, mereka akan tetap loyal pada brand.”
Howard Schultz