Buku

Siklus Masalah Pendidikan (Indonesia)

Catatan Kritis Bagi Permasalahan Pendidikan di Indonesia
By J.C. Tukiman Taruna
<
>
4 dari 7

Sebaiknya para guru tidak harus bingung, cemas atau patah semangat dengan perubahan kurikulum. Hendaknya para guru bersemboyan: “apapun kurikulumnya, yang terpenting adalah pembelajarannya.”

Landasan berpikir semboyan tersebut dapat dicermati dari kupasan Edward Sallis (2010) dalam bukunya berjudul Total Quality Management in Education.

Ada lima hal mendasar yang dikupasnya terkait dengan upaya meningkatkan mutu pendidikan/ sekolah. Pertama, sekolah harus selaku melakukan perbaikan secara terus-menerus (continuous improvement), dalam rangka menjamin semua komponen pendidikan mengejar standar mutu yang ditetapkan.

Kedua, sekolah/ institusi pendidikan diharapkan menentukan standar mutu (quality assurance) melalui serangkaian upaya penetapan standar dari berbagai komponen, seperti standar mutu materi kurikulum, evaluasi/ ujian, proses pembelajaran dan lainnya.

Ketiga, sekolah diharapkan terus melakukan perubahan organisasi mengingat institusi pendidikan sudah bergeser menjadi semi-perusahaan.

Keempat, keeping closed to the customer, sebagai konsekuensi dari pergeseran menjadi semi-perusahaan di atas. Dan kelima, satuan pendidikan (sekolah) terus dibebani dengan label agent of cultural change, karena itu sekolah harus menjadi agen perubahan kultur.

“Cara mengajar dengan metode tematik integratif hanya akan berhasil jika pendekatannya: learning by doing, karena siswa harus benar-benar mengalami sendiri, melihat, menyentuh, mengamati, menganalisis, dan merumuskan sendiri di bawah fasilitasi guru.”

J.C. Tukiman Taruna

<
>
4 dari 7
Baca di Pimtar App Beli Buku Ini
Buku
Leo Babauta
Kunci untuk Menjadi Produktif dalam Meraih Semua Tujuan
Buku
Rudy Efendy
Prinsip Dasar Kepemimpinan Efektif di Era Disruptif
Buku
Heru Kurniawan
Sekolah Kehidupan yang Menyenangkan untuk Anak
Buku
Keen Achroni
Dari Hobi Menjadi Pundi-pundi
Buku
Ongky Hojanto
16 Rahasia Meningkatkan Kekayaan dan Melejitkan Karier dengan Public Speaking
Video
Marily Oppezzo
Ingin Lebih Kreatif? Berjalanlah!