Buku

Man’s Search for Meaning

Pencarian Makna Hidup
By Viktor E. Frankl
<
>
4 dari 8

Pada suatu malam, Viktor dan teman-temannya berjalan menyusuri batu dan genangan air menuju kamp. Tahanan di samping Viktor berbisik. Lelaki itu berharap istrinya hidup lebih baik di kamp konsentrasi perempuan.

Viktor merenung. Untuk pertama kali ia menyadari kebenaran yang dianggap sebagai kearifan tertinggi oleh para pemikir: kebenaran bahwa cinta merupakan tujuan tertinggi yang ingin diraih manusia. 

Manusia yang tidak lagi memiliki apa pun di dunia masih bisa merasakan kebahagiaan dengan memikirkan orang yang dicintai, meskipun sebentar saja.

Kekuatan cinta yang menghidupi batin ini membantu tahanan berlindung dari kehampaan dengan mengingat-ingat masa lalu, masa penuh cinta. Ingatan masa lalu dan keyakinan masa depan membuat batin mereka lebih kuat.

Ketika kekuatan batin meningkat, hal-hal sepele saja dapat memicu kebahagiaan. Salah satu contoh saat para tahanan dipindahkan ke kamp konsentrasi di Dachau yang diketahui tidak memiliki kamar gas. Mereka amat bersuka cita meskipun kerja rodi masih harus dihadapi. Mereka menjadi lebih mudah bersyukur atas hal-hal kecil.

Selain meningkatnya rasa syukur, tahanan menjadi semakin mudah meresapi keindahan alam. Terkadang melihat alam membuat lupa sejenak akan ketakutan mereka. Salah satu kejadian dirasakan Viktor dan beberapa tahanan saat dipindahkan dari kamp konsentrasi di Auschwitz ke Bavaria.

Dalam perjalanan, mereka memandang kagum ke arah pegunungan di Salzburg. Seorang tahanan berkata, “Ternyata dunia bisa menjadi sangat indah!”

Kekuatan batin juga membuat beberapa tahanan menyadari berharganya seni. Kabaret, pembacaan puisi, dan mendengarkan salah satu tahanan bermain biola adalah kegiatan untuk mengalihkan penderitaan sejenak.

Menemukan seni di sebuah kamp konsentrasi cukup mengejutkan bagi orang luar, tetapi orang lebih terkejut lagi mengetahui percakapan humor pun masih ada di kamp, meski hanya terucap beberapa detik atau menit.

Seperti alam dan seni, humor menjadi senjata lain untuk membebaskan ketakutan. Viktor  mengajak seorang temannya untuk membuat anekdot lucu setiap hari tentang peristiwa yang mungkin terjadi jika mereka bebas.

Contohnya, jika ia menghadiri undangan makan malam, ia akan meminta tuan rumah menyendokkan sup dari dasar panci agar mendapat banyak kacang, bukan cuma kuah. Oh ya! Ia lalu tersadar tidak lagi tinggal di kamp.  

Upaya meresapi keindahan alam, memaknai seni, dan memandang kesulitan dari sudut pandang yang lucu adalah pelajaran tentang seni kehidupan. Viktor membuktikan bahwa hal itu bisa dipelajari di tengah keterpurukan.

<
>
4 dari 8
Baca di Pimtar App Beli Buku Ini
Buku
Ahmad Rifa’i Rif’an
Mengubah Pribadi yang Biasa Menjadi Pribadi di atas Rata-Rata
Buku
Prof. Steve Petters
Mengelola Pikiran untuk Mencapai Kesuksesan dan Kebahagiaan
Buku
Daniel Goleman
Mengapa Kecerdasan Emosi Lebih Penting daripada IQ
Buku
Sylvia Loehken
Memunculkan Potensi Tersembunyi Pribadi Introver
Video
Emily Balcetis
Strategi sederhana yang dapat memudahkan Anda dalam menjalani latihan fisik
Buku
Malcolm Gladwell
Kemampuan Berpikir Tanpa Berpikir