Buku

Eating Clean

20 Langkah Mudah Membiasakan Makan Sehat
By Inge Tumiwa-Bachrens
<
>
3 dari 7

Berhenti total dari makanan berisiko adalah prasyarat untuk hidup lebih sehat dan berkualitas. Namun ada beberapa makanan yang memang tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari kita. Salah satunya adalah gula. Gula tidak dapat dilepaskan dari makanan dan minuman manusia.

Di zaman modern ini, konsumsi gula pada masyarakat sangat berlebih.

Sejak ditemukannya sirup jagung atau disebut High Fructose Corn Syrup (HFCS), industri makanan menggunakannya untuk menggantikan gula karena biaya yang lebih murah dan bahan baku yang mudah didapat. Akhirnya sirup jagung ini hampir selalu dipakai sebagai pemanis dari makanan-makanan yang Anda beli.

Bagaimana dengan Agave syrup yang mulai muncul dan dipromosikan sebagai gula natural? Ternyata penulis menyatakan bahwa gula tersebut memiliki kandungan fruktosa yang sangat tinggi. Sirup agave ini juga diproses dengan bahan yang tidak natural sehingga penggunaan sirup ini secara berlebih tidak disarankan.

Tanpa Anda sadari, minuman kemasan seperti jus kemasan, soda dan minuman berenergi menjadi kontributor terbesar terhadap konsumsi gula berlebih pada diri Anda. Tanpa sadar pula Anda bisa minum 2 hingga 3 kemasan perhari.

Konsumsi gula yang tinggi terutama High Fructose Corn Syrup dapat merugikan kesehatan. Gula ini miskin nutrisi, tidak ada kandungan serat dan penyumbang kalori kosong yang sangat besar terhadap pola makan modern. Kelebihan konsumsi gula ini akan disimpan sebagai lemak dalam tubuh sehingga meningkatkan potensi obesitas.

<
>
3 dari 7
Baca di Pimtar App Beli Buku Ini
Buku
Jubilee Enterprise
Kiat Sukses Belajar Ilmu Presentasi untuk Pemula
Buku
Steve Case
Visi Masa Depan Seorang Enterpreneur
Buku
Peter Thiel dan Blake Masters
Membangun Startup, Membangun Masa Depan
Buku
Don Tapscott dan Anthony D. Williams
Kolaborasi Global Berbasis Web bagi Bisnis Masa Depan
Video
Salman Khan
Sebuah Pelajaran dari Khan Academy
Buku
Cheryl Cran
Bagaimana Seharusnya Perusahaan Memberlakukan Karyawan dari Tiga Generasi Berbeda