Di zaman yang penuh dengan perubahan yang cepat ini, Anda harus berada di depan untuk mengelola perubahan. Anda mengajak mereka untuk bertumbuh dengan menunjukkan caranya. Sehingga Anda tidak akan tertinggal dari para pemimpin di tempat lain.
Anda harus memahami dua syarat penting untuk beradaptasi dengan perubahan, yakni mengetahui kebutuhan teknis perubahan tersebut, dan memahami tuntutan sikap serta memotivasi yang dibutuhkan untuk melakukannya.
Namun, yang lebih sering terjadi, ketika hasilnya tidak berubah, penyebabnya adalah karena Anda kurang dan tidak tepat memotivasi, bukan karena kurangnya hal-hal yang bersifat teknis.
Sebab, seorang manajer biasanya akan lebih terampil dalam kebutuhan teknis perubahan, sedangkan pemimpin memiliki pemahaman lebih terhadap tuntutan perilaku dan motivasi yang dibutuhkan pengikutnya.
Orang tidak akan berubah sampai mereka merasakan keuntungan perubahan itu melebihi kerugian jika terus bertahan dengan kondisi saat ini. Yang sering kali tidak disadari pemimpin adalah pengikut akan selalu mengukur untung-rugi terhadap untung-rugi diri sendiri, bukan organisasi.
Kapan pun perubahan akan terjadi, pertanyaan yang ada dalam benak setiap orang adalah, “Bagaimana perubahan ini akan memengaruhi saya?” Maka, biasanya akan ada tiga kelompok saat terjadi perubahan: mereka yang merasa dirugikan, mereka yang netral, dan mereka yang diuntungkan.
Masing-masing kelompok jelas berbeda kondisinya dan harus Anda tangani dengan penuh kepekaan, tetapi juga tetap harus tepat sasaran. Tunjukkan bahwa perubahan yang Anda ajukan adalah yang terbaik bagi semua orang. Keuntungan perubahan bukan untuk Anda sendiri, orang lain tetap harus Anda dahulukan.
Sayangnya, seringkali Anda cenderung berpikir dan memimpin dengan sudut pandang perusahaan, bukan sudut pandang orang-orang yang Anda pimpin. Jadi, tunjukkan apa saja keuntungan bagi mereka saat Anda mengajukan sebuah perubahan dalam organisasi.