Kebahagiaan harus dibangun dari dalam diri. Seseorang akan merasa bahagia apabila dia mampu menerima keterbatasan dirinya, karena dia yakin kalau segala sesuatu ada hikmahnya. Untuk lebih bahagia, Anda harus mengetahui apakah keterbatasan yang Anda miliki masih berada dalam kuasa Anda atau tidak.
Apabila keterbatasan tersebut masih berada dalam kuasa Anda, maka Anda dapat bangkit dan memperbaikinya. Namun apabila tidak, Anda harus menerima dan menikmatinya.
Kebahagiaan tidak akan ada jika Anda tetap membelenggu diri dengan keterbatasan, kesulitan, dan penderitaan yang dialami. Agar merasa bahagia, Anda harus melepaskan segala hal yang membelenggu diri tersebut.
Selain itu, Anda harus membuka pandangan yang sempit bahwa hidup ini hanya untuk meratapi keterbatasan yang ada. Sadarilah bahwa Anda bisa membuat keterbatasan itu menjadi sebuah peluang untuk mencapai kebahagiaan.
Jalan lain untuk bahagia adalah dengan membuat orang lain merasa bahagia.
Dengan melakukan hal tersebut, hidup akan terasa lebih bermakna karena Anda menjalaninya bukan hanya untuk diri sendiri, namun juga untuk memberikan manfaat bagi orang lain.
Oleh sebab itu, menjadi pribadi yang suka berbagi, menolong dan memiliki rasa empati adalah sifat yang harus dimiliki untuk menjadi lebih bahagia.
Kebahagiaan juga akan timbul apabila Anda mensyukuri semua nikmat yang telah diberikan Sang Pencipta. Lalu, Anda harus meyakini bahwa Dia menjadikan segala sesuatu dengan tujuan tertentu, baik Anda sadari maupun tidak.
Tidak ada hal sia-sia yang diciptakan Sang Pencipta untuk kita. Semua memiliki hikmah di baliknya.