Video

Teka-Teki Motivasi

Cara Memotivasi Orang Tanpa Uang
By Daniel Pink
<
>
2 dari 4

Daniel Pink, sang presenter, membuka presentasi dengan menyajikan permainan teka-teki lilin, yaitu eksperimen yang diciptakan tahun 1945 oleh psikolog Karl Duncker. 

Dalam eksperimen ini, peserta diberikan sebuah lilin, satu kotak paku payung dan korek api. Peserta diminta menempelkan lilin ke tembok tetapi tetesannya tidak boleh jatuh ke meja. Eksperimen ini dapat dijawab dengan menggunakan kotak paku payung yang dipasang ke dinding sebagai penyangga lilin. Dengan begitu, tetesan lilin tidak akan jatuh ke meja. 

Teka-teki lilin itu digunakan kembali oleh ilmuwan bernama Sam Glucksberg dari Universitas Princeton, Amerika Serikat. Sang ilmuwan membagi peserta menjadi dua grup, satu grup tidak diberi insentif uang dan grup lainnya diberi insentif sesuai kecepatan waktunya dalam menyelesaikan eksperimen. 

Ternyata, grup yang diberi insentif menyelesaikan eksperimen rata-rata 3,5 menit lebih lama! Eksperimen ini dilakukan berulang kali selama 40 tahun dengan hasil yang tidak jauh berbeda.

Praktik bisnis yang dilakukan saat ini menggunakan sistem penghargaan dan hukuman (reward and punishment) untuk memotivasi pekerja. Padahal, penelitian ilmiah menunjukkan bahwa pemberian insentif menumpulkan daya pikir dan menghambat kreativitas. 

Dari sinilah Daniel Pink menjadi tertarik untuk mempelajari tentang motivasi. Ia kemudian menyimpulkan bahwa ada kesalahan mendasar dalam dunia usaha yang menyebabkan penerapan sistem penghargaan dan hukuman seringkali gagal.

Hadiah membuat pelaku mampu mengonsentrasikan pikiran, sehingga pemberian hadiah efektif untuk tugas-tugas  dengan aturan sederhana dan tujuan yang jelas. 

Namun, saat ini pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi dapat diselesaikan dengan bantuan teknologi. Di sisi lain, dunia usaha menjadi lebih kompleks sehingga diperlukan andil otak kanan yang lebih kreatif dan konseptual.

Jelas bahwa terdapat kesenjangan antara hasil penelitian ilmiah dengan praktek bisnis secara umum. Jika perusahaan ingin memperoleh kinerja yang lebih baik untuk pekerjaan di abad ke-21 ini, pembenahan mutlak diperlukan. Para ilmuwan yang mempelajari hal ini menyarankan sebuah pendekatan baru, yaitu menyalakan motivasi dari dalam diri pekerja. 

Daniel Pink akhirnya menyimpulkan bahwa sumber motivasi baru untuk pebisnis di masa kini berasal dari 3 hal. 

Pertama adalah kemandirian (autonomy), yaitu keinginan menakhodai hidup sendiri. Kedua adalah keahlian (mastery), yaitu hasrat menjadi semakin ahli di bidang yang ditekuni). Sedangkan yang ketiga adalah tujuan (purpose), yaitu kerinduan melakukan hal-hal demi kepentingan sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri. 

Contoh kemandirian telah diterapkan oleh Google dan Atlassian. Dua perusahaan itu mengijinkan pegawai menghabiskan hingga 20% jam kerja melakukan apa saja di luar lingkup pekerjaan mereka. 

Strategi tersebut membuat Atlassian melakukan begitu banyak perbaikan software. Di jam bebas tersebut, Google pun justru sukses melahirkan produk baru seperti Gmail, Orkut, dan Google News.

Di masa kini, rahasia dari prestasi bukanlah iming-iming hadiah lagi, melainkan motivasi pribadi dari dalam. Sudahkah Anda menerapkannya di perusahaan maupun diri sendiri?

Jika kita memperbaiki kesenjangan antara apa yang diketahui secara ilmiah dan apa yang dilakukan di dunia bisnis, maka kita akan bisa memecahkan banyak teka-teki lilin, dan mungkin kita bisa mengubah dunia.

Daniel Pink

<
>
2 dari 4
Baca di Pimtar App Lihat video
Buku
Malcolm Frank, Paul Roehrig, dan Ben Pring
Bagaimana Tetap Melaju di Sebuah Dunia yang Penuh Al, Algoritma, Bots, dan Big Data
Buku
Klaus Schwab
Teknologi dan Digitalisasi akan Merevolusi Segalanya
Buku
Handoko Hendroyono
Top Brand Masa Kini
Buku
Philip Kotler, Hermawan Kartajaya, Iwan Setiawan
Bergerak dari Tradisional ke Digital
Buku
Philip Kotler, Hermawan Kartajaya & Hooi Den Huan
Asia yang Mendunia di Era Konsumen Digital
Buku
Scott Stratten & Alison Stratten
100 Pelajaran Branding di Era Disruptif