Buku

Sprint

Pecahkan Masalah-Masalah Besar dan Uji Ide-Ide Baru Hanya Dalam 5 Hari
By Jake Knapp, John Zeratsky dan Braden Kowitz
<
>
6 dari 8

Untuk membuat purwarupa yang sempurna, tentu saja waktu satu hari tidak akan cukup. Karena itu, untuk pengujian awal, Anda hanya perlu membuat purwarupa yang cukup nyata untuk diuji. 

Bayangkan dalam membuat film, seringkali adegan tidak diambil di lokasi nyata, hanya di studio yang diatur agar menyerupai kondisi nyata. Kurang lebih inilah yang harus Anda buat untuk purwarupa Anda.

Pengujian dengan purwarupa yang ‘cukup nyata’ akan lebih efektif dibandingkan dengan purwarupa yang sempurna, karena semakin lama Anda menghabiskan waktu untuk membuat purwarupa maka semakin sulit pula Anda akan menerima masukan. Selain itu, dengan membuat purwarupa yang ‘cukup nyata’ Anda terhindar dari menghabiskan waktu untuk membuat sesuatu yang keliru.

Dalam metode sprint, purwarupa yang diuji harus memenuhi beberapa prinsip berikut; (1) purwarupa yang Anda susun dapat berupa apa saja; (2) purwarupa bisa dibuang, jadi jangan membuat purwarupa yang tidak ingin Anda buang; (3) buat sekadar untuk mengetahui bagaimana penerimaan konsumen, tidak perlu berfungsi penuh; dan (4) purwarupa harus terlihat nyata.

Terdapat empat tahapan dalam menyusun purwarupa. Pertama, tim Anda perlu memilih perangkat yang tepat. Jika berupa layanan, Anda dapat menyusun scenario. Jika berupa ruang fisik, Anda dapat memodifikasi ruangan yang sudah ada. Jika berupa tampilan layar, Anda dapat menggunakan Power Point, Keynote, atau aplikasi lain.

Kedua, tim Anda perlu membagi tugas sesuai dengan keahlian masing-masing. Tentukan anggota tim yang berperan sebagai pembuat, penjalin, penulis, kolektor aset serta pewawancara. 

Pembuat bertugas membuat komponen individual dari purwarupa. Penjalin bertugas mengumpulkan komponen dari pembuat. Penulis berperan menuliskan teks yang akan membuat purwarupa masuk akal. Kolektor aset bertugas mengumpulkan semua informasi yang dibutuhkan pembuat. Dan pewawancara berperan melakukan wawancara dalam pengujian purwarupa.

Ketiga, tim Anda (terutama sang penjalin), perlu memastikan seluruh komponen dalam pengujian purwarupa konsisten hingga pada akhirnya tim Anda siap melakukan ujicoba. 
 

“85% masalah terobservasi setelah lima wawancara saja”

Jakob Nielsen & T.K Launder

<
>
6 dari 8
Baca di Pimtar App Beli Buku Ini
Buku
Adam Bryant
Pelajaran dari Para CEO Hebat tentang Pembentukan Budaya Inovasi
Buku
Yoris Sebastian
Buku Pintar Seorang Creative Junkies
Buku
Antoni Ludfi Arifin
So Use Your Time Effectively
Buku
Ardhi Ridwansyah
Formula Sukses Penjualan ke Klien Korporat (Business-to-Business Selling)
Buku
Michael LeBoeuf
Setiap Karyawan Hingga CEO Wajib Baca Buku Ini!
Buku
Adam Grant
“Tabrak Aturan”, Jadilah Pemenang