Buku

Lo Ngerti Siapa Gue

Membangun Personal Branding melalui Media Sosial Tanpa Perlu Jadi Selebgram
By Sophia Mega
<
>
2 dari 8

Apa yang Anda bagikan di media sosial dan ditangkap oleh orang lain akan menghasilkan kesan-kesan tertentu yang membuat mereka selalu ingat kepada Anda. Kalau Anda suka membaca buku, dan posting segala hal tentang buku, maka Anda akan dikenal sebagai pecinta buku. Begitu juga orang lain yang suka posting tentang fashion, kesehatan, dll.

Begitulah sederhananya makna dari personal branding. Setiap orang punya personal brand. Hanya saja ada brand yang menempel kuat di kepala orang lain, ada pula yang lemah.

Setiap orang akan punya kesan-kesan kuat bahkan muncul kesan-kesan yang spesifik. Sedangkan brand yang lemah hanya ada kesan-kesan umum dan samar-samar saja.

Jadi, tanpa banyak strategi, sebenarnya Anda sudah memiliki personal brand. Tetapi letak perbedaannya hanya pada kuat lemahnya saja. Coba Anda pikirkan pertanyaan ini, “Siapa orang yang akan Anda hubungi ketika ada kerusakan komputer? Siapa yang Anda hubungi untuk bertanya soal kafe kekinian?”

Pasti ada satu orang yang paling utama dan paling Anda cari untuk masing-masing pertanyaan tersebut. Satu orang tersebut tentu yang paling berkesan menurut Anda, hingga Anda harus menghubungi satu orang tersebut.

Memercayai seseorang tentu bukan hasil satu malam saja, tetapi ada kesan-kesan yang Anda dapatkan sebelumnya dari orang tersebut. Memercayai inilah dampak dari sebuah personal branding. Tetapi, personal branding bukan berarti mengemas diri Anda sedemikian rupa agar Anda dianggap keren. Bukan seperti itu.

Karena, personal branding berbeda dengan pencitraan. Personal branding memaksimalkan apa yang Anda miliki dalam diri sendiri untuk menciptakan hubungan kepercayaan dengan orang lain. Nah, hubungan kepercayaan itulah bisa bermacam-macam bentuknya.

Memang mirip seperti brand pada sebuah produk. Seperti ketika Anda memutuskan untuk membeli kamera yang akan digunakan untuk selfie, bisa jadi Anda kepikiran merek Oppo. Padahal ada merek lainnya seperti Samsung, ASUS, Iphone, dan lainnya. Tetapi, kenapa Anda lebih percaya kualitas dari kamera handphone Oppo?

Harapan agar wajah jadi auto-cakep alias ‘cakep mendadak’ adalah bentuk hubungan kepercayaan yang diberikan oleh brand Oppo. Ada janji yang akan ditepati ketika selfie dengan kamera HP tersebut. Itulah yang membentuk ekspektasi (harapan). Ketika Anda bisa memberikan bukti yang nyata sesuai harapan orang lain, maka brand Anda sudah kuat.

“Mengetahui apa yang benar-benar Anda sukai menjadi tahapan paling penting sebelum aktif di media sosial.”

Sophia Mega

<
>
2 dari 8
Baca di Pimtar App Beli Buku Ini
Buku
Doni Koesoema A.
Mengembangkan Visi Guru sebagai Pelaku Perubahan dan Pendidik Karakter
Buku
Simon Sinek
Cara Pemimpin Besar Menginspirasi Orang untuk Bertindak
Buku
Robert Maurer
Langkah Kecil yang dapat Membawa Perubahan Besar
Buku
Jonathan Herring
Seni dan Ketrampilan dalam Berdebat untuk Mencapai Tujuan Anda
Buku
Michael Bungay Stanier
Hentikan Pekerjaan yang Menyibukkan, dan Mulailah Melakukan Pekerjaan yang Benar-Benar Berarti
Buku
Hernowo Hasim
Mengejar Kebahagiaan dengan Menulis