Video

Kenapa Kamu Begini dan Begitu

Memahami Motivasi Manusia dalam Melakukan Sesuatu
By Tony Robbins

Kenapa Kamu Begini dan Begitu? (2006) menjelaskan tentang berbagai faktor yang mendasari manusia saat melakukan berbagai tindakan dalam kehidupannya.

Profil pembicara

Tony Robbins adalah seorang motivator dan life coach yang fokus untuk memberikan motivasi kepada orang-orang. Ia telah berbicara dalam banyak seminar dan menulis buku-buku best seller terkait hal tersebut. 

Untuk siapa video ini? 

  • Para akademisi yang mendalami perilaku manusia dan psikologi
  • Siapa pun yang ingin meningkatkan kualitas hidupnya

Apa yang dibahas video ini? 

  • Apa saja yang dapat mendorong seseorang melakukan tindakan tertentu
  • Apa yang membuat kehidupan manusia lebih bernilai
  • Bagaimana meraih kehidupan yang lebih bernilai
Kenapa Kamu Begini dan Begitu

"Terdengar dangkal memang, bahwa rahasia penghidupan seseorang adalah dengan memberi. Kita semua tahu bahwa hidup bukan semata-mata tentang ‘aku’, tetapi ‘kita’."

Tony Robbins


Manusia terlahir dengan kemampuan yang luar biasa. Hanya saja, sebagian manusia tidak menggunakan kemampuan itu secara maksimal. 

Jika seseorang gagal meraih sesuatu yang penting dalam hidupnya, ia akan berdalih kekurangan waktu dan uang serta berbagai alasan lainnya. Padahal, keputusan yang ia buatlah yang menjadi faktor utama. 

Bagaimana keputusan untuk melakukan sesuatu terbentuk dalam diri Anda? 

Anda harus memahami bahwa model dunia Anda lah yang membentuk diri Anda. Temukan target-target yang selama ini mengendalikan Anda. Jika Anda sudah menemukannya, Anda akan menemukan kepercayaan diri untuk meraih target-target itu. 

Terdapat 6 jenis bahan bakar yang bisa Anda pilih untuk menemukan target dalam hidup. 

Pertama; kepastian. Orang perlu kepastian untuk mengindar dari kegagalan dan untuk merasa nyaman. 

Kedua; ketidakpastian. Jika Anda memiliki kepastian secara total untuk segala hal pada diri Anda, termasuk masa depan, Anda akan bosan. Untuk itulah manusia memerlukan kebutuhan ketidakpastian. Dan ketidakpastian ini akan memunculkan variasi.

Ketiga; menjadi signifikan. Banyak orang butuh dianggap sebagai orang penting, spesial, atau unik. Anda bisa meraih hal ini dengan memiliki banyak uang, menjadi lebih spiritual, berpakaian nyentrik, dsb.

Keempat; hubungan dan cinta. Hal ini bisa diperoleh melalui pertemanan, berdoa, berjalan di alam, dsb. 

Empat kebutuhan manusia di atas disebut kebutuhan personal, sedangkan dua kebutuhan terakhir—kebutuhan kelima dan keenam—merupakan kebutuhan jiwa. 

Kebutuhan kelima adalah kebutuhan untuk terus bertumbuh. Terus bertumbuh akan mengasah manusia agar memiliki sesuatu yang bernilai, yaitu keinginan memberi. 

Keenam adalah mengekspresikan emosi yang tepat. Dari ribuan orang yang Tony tanya, rata-rata dalam seminggu mereka mengaku hanya mengalami kurang dari 12 jenis emosi dan setengah di antaranya emosi negatif. 

Padahal, dalam bahasa Inggris ada sekitar 6000 jenis emosi. Tak heran ada orang-orang tertentu yang akan selalu berpikir negatif di kala apapun, bukan? Dan ada pula beberapa orang yang selalu berpikir positif meskipun sedang mengalami kesusahan. 

Apa yang membentuk Anda pasti berbeda dengan orang lain. Namun, setiap manusia punya kebutuhan yang sama. 

Apakah Anda orang yang perlu kepastian? Apakah Anda lebih mudah didorong oleh cinta atau keinginan untuk menjadi unik? Sistem mana yang paling mengendalikan Anda, itulah yang akan mendorong Anda ke arah yang berbeda-beda. 

Dan ketika Anda bergerak, Anda sedang menyusun takdir Anda. 

Perlu dipahami bahwa kebutuhan pemenuhan jiwa—dua kebutuhan terakhir amatlah penting. Kehidupan manusia menjadi lebih bernilai melalui berbagi dan mengapresiasi. Berbagi dan mengapresiasi adalah cara agar dunia kita dapat berubah. 

Baca di Pimtar App Lihat video
Buku
Erbe Sentanu
Teknologi Aktivasi Kekuatan Hati
Buku
Nick Vujicic
Tanpa Lengan dan Tungkai Aku Bisa Menaklukkan Dunia
Video
Arianna Huffington
Pengaruh tidur terhadap kesuksesan
Buku
Prof. Rhenald Kasali
Menjadi Driver atau Passenger?
Buku
Andrei G. Aleinikov, Ph.D.
5 Langkah untuk Berpikir Seperti Seorang Jenius
Buku
Marie Kondo
Seni Beres-Beres dan Metode Merapikan ala Jepang