Video

Bosan Itu Baik !

Bagaimana kebosanan mampu melahirkan ide paling brilian dalam hidup Anda
By Manoush Zomorodi
<
>
2 dari 3

Kebanyakan kita tidak menyukai kebosanan dan berusaha untuk membunuhnya jika rasa itu datang. Bahkan dengan kecanggihan teknologi saat ini, kita sama sekali tidak pernah merasa bosan. Kita dapat melakukan berbagai hal yang menyenangkan melalui ponsel canggih yang ada di genggaman kita.

Namun, ternyata, merasa bosan itu baik. Ide-ide kreatif dan brilian justru muncul ketika Anda berada dalam kebosanan. Dr. Sandi Mann, seorang pakar neurosains  dan psikologi kognitif, mengatakan bahwa ketika Anda bosan, pikiran Anda masuk ke level bawah sadar  yang memungkinan terjadinya berbagai koneksi berbeda di otak Anda.

Meskipun Anda tidak melakukan apa pun, otak Anda justru berada pada kondisi yang paling sibuk. Pada kondisi ini, otak  Anda berada pada kondisi autopilot yang memungkinkan Anda menemukan solusi kreatif dari masalah-masalah sulit atau bahkan menemukan ide-ide brilian yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

Sebaliknya, tidak pernah merasa bosan dan sibuk melakukan banyak pekerjaan dalam satu waktu justru tidak baik bagi otak Anda. Pada kondisi ini, otak Anda harus melakukan perubahan neurochemical yang menghabiskan persediaan nutrisi otak berupa glukosa.

Setiap kali Anda berpindah pekerjaan dan perhatian, otak Anda menghabiskan glukosa demi glukosa sedangkan persediaan glukosa dalam tubuh Anda bersifat terbatas. Dulu, kita mengalihkan perhatian kita setiap 3 menit. Namun, sekarang, kita mengalihkan perhatian kita setiap 45 detik.

Salah satu penyebabnya adalah teknologi. Saat ini, kita memiliki keterikatan yang sangat kuat dengan teknologi contohnya dengan ponsel pintar kita.

Ponsel pintar mengambil sebagian besar perhatian kita dengan berbagai aplikasi yang menawarkan kemudahan dan kesenangan. Aplikasi memang dirancang agar kita betah dan tidak pernah bosan dengannya.

Tanpa sadar, kita terlalu asyik dengan ponsel kita sehingga lupa untuk melakukan tugas yang jauh lebih penting sehingga menjadikan kita kurang produktif. Kesibukan dalam aktivitas digital juga dapat melumpuhkan imajinasi dan kreativitas kita.

Namun, menghentikan atau mengurangi penggunaan ponsel pintar ternyata sangatlah sulit. Sebuah tantangan bertajuk “ Bosan dan Brilian ” dilakukan untuk menantang ratusan orang  di Amerika untuk mengurangi interaksi dengan ponsel mereka.

Hasilnya, mereka hanya mampu mengurangi penggunaan ponsel pintar mereka sebanyak 6 menit per hari. Meskipun hasilnya tidak terlalu signifikan, para peserta mulai mengubah pandangannya tentang teknologi. Mereka juga merasa lebih produktif dan kreatif setelah mengurangi interaksi dengan ponsel pintar mereka.

Selain itu, sebuah penelitian yang dilakukan para peneliti dari Universitas Southern California juga menunjukkan bahwa para remaja yang menghabiskan waktu untuk bersosial media bersifat kurang kreatif dan kurang imajinatif terhadap masa depan mereka dan juga terhadap masalah sosial yang terjadi di lingkungan mereka.

Oleh karena itu, Anda perlu mengurangi interaksi dan kesibukan dengan teknologi. Berhenti sejenak dan menikmati dunia tanpa konektivitas dapat membantu Anda menjadi pribadi yang lebih kreatif dan produktif.

 

”Setiap kali Anda mengecek ponsel Anda,  ingatlah , jika Anda tidak menentukan apa yang Anda  lakukan  dengan ponsel Anda ,  ponsel Anda lah yang akan memutuskan apa yang harus Anda lakukan “

 

Manoush Zomorodi

<
>
2 dari 3
Baca di Pimtar App Lihat video
Buku
Dale Carnegie
Bagaimana Membangun Hubungan, Memenangkan Kepercayaan, dan Meyakinkan Orang Lain
Buku
Malcolm Gladwell
Ketika Si Lemah Menang Melawan Raksasa
Buku
Martin Amor & Alex Pellew
Temukan, Wujudkan Passion,dan Ubah Hidupmu
Buku
Angga Pebria
Cara Ampuh Memaksimalkan Potensi Anak
Buku
Larry King
Kepada Siapa Saja, Kapan Saja, Di mana Saja
Buku
Kazuo Murakami
Kode Bentuk Kehidupan Manusia